Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri
Damara Niaga Abadi


Kaum muslimin yang berangkat menuju tempat shalat idul fitri disunahkan melakukan adab-adab berikut ini:
  1. Mandi sebelum berangkat
    • Dari Nafi' berkata: "adalah Ibnu Umar RA mandi pada hari raya idul fitri sebelum keluar menuju tempat shalat." (HR. Malik, Syafi'I, dan Abdur Razzaq dengan sanad shahih). Apa yang dilakukan oleh Ibnu Umar RA adalah mencontoh  Rasulullah SAW , sebagaimana dilakukan juga oleh Ali bin Abi Thalib dan para sahabat yang lain. 
  2. Memakai pakaian yang baik dan bersih 
    • Dari Jabir bin Abdullah RA berkata: "Rasulullah SAW memiliki satu jubah khusus yang beliau kenakan untuk shalat dua hari raya dan shalat Jum'at." (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1669) 
    • Dari Ibnu Umar RA berkata: "Umar membeli sebuah jubah dari sutra yang dijual di pasar. Ia membawanya kepada Rasulullah SAW dan berkata: "Wahai Rasulullah, belilah baju ini, agar bisa Anda kenakan saat hari ied dan menerima utusan…" (HR. Bukhari no. 886 dan Muslim no. 2068) 
  3. Makan ringan sebelum berangkat shalat idul fitri 
    • Dari Anas, "Rasulullah SAW tidak berangkat menuju shalat idul fitri sebelum beliau makan beberapa biji kurma." (HR. Bukhari no. 953) 
    • Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5/352)
  4. Mengumandangkan takbir sejak keluar dari rumah sampai tempat shalat idul fitri sampai imam hendak mengimami shalat idul fitri 
    • Dari Az-Zuhri bahwasanya Rasulullah SAW keluar pada hari idul fithri, maka beliau bertakbir sampai tiba di mushalla, dan sampai melaksanakan shalat. Jika telah selesai melaksanakan shalat, beliau menghentikan takbir." (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 5539, sanadnya terputus, namun memiliki banyak hadits penguat). 
    • Dari Ibnu Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW keluar pada dua hari raya bersama Fadhl bin Abbas, Abdullah bin Abbas, Abbas bin Abdul Muthalib, Ali, Ja'far, Hasan, Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ummu AimanRasulullah SAW meninggikan suaranya dalam melantunkan tahlil dan takbir. (HR. Al-Baihaqi, 3/279. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani) 
    • Tidak terdapat hadits yang shahih dari  Rasulullah SAW tentang lafal takbir. Namun terdapat riwayat yang shahih bahwa Ibnu Mas'ud RA mengumandangkan takbir yang lafalnya adalah: Allahu akbar…Allahu akbar…laa ilaaha illallahu…Allahu akbar..Allahu akbar wa lillahil hamdu. (HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/178) 
  5. Kaum wanita, baik yang suci maupun yang haidh dan anak kecil, dianjurkan juga berangkat ke tempat shalat idul fithri. Kaum wanita yang suci ikut menunaikan shalat, sedang kaum wanita yang haidh ikut menyaksikan shalat, mendengarkan takbir, dan khutbah ied 
    • Dari Ummu Athiyah RA berkata: "Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami pada hari idul fithri dan idul adha untuk membawa keluar gadis-gadis remaja, wanita-wanita yang haidh, dan perawan-perawan yang dipingit. Para wanita yang haidh tidak melaksanakan shalat ied, namun mereka menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin." Ummu Athiyah bertanya, "Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak memiliki jilbab?" Beliau menjawab, "Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya." (HR. Bukhari no. 971 dan Muslim no. 890) 
    • Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.” (HR. Bukhari no. 977) 
  6. Berangkat ke tempat shalat dengan berjalan dan tidak naik kendaraan kecuali ada kebutuhan sangat penting seperti jarak yang jauh dan lain-lain 
    • Dari Ali RA berkata: "Termasuk sunnah Rasulullah SAW adalah berangkat ke tempat shalat ied dengan berjalan kaki." (HR. Tirmidzi no. 530 dan dinyatakan hasan olehnya. Namun para ulama lain melemahkannya) 
  7. Bersegera berangkat ke tempat shalat ied setelah selesai shalat Subuh. Sehingga bisa segera berkumpul dan mengumandangkan takbir sampai saat imam mengimami shalat. 
  8. Barangkat dan pulang melalui jalan yang berbeda jika memungkinkan dan tidak memberatkan. 
    • Dari Jabir RA, "Rasulullah SAW jika shalat pada hari ied selalu melewati jalan yang berlainan (saat berangkat dan pulang)." (HR. Bukhari no. 986) 
  9. Tidak melakukan shalat sunah sebelum maupun sesudah shalat ied 
    • Dari Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah SAW melaksanakan shalat idul fithri sebanyak dua raka'at. Beliau tidak melakukan shalat sunnah lainnya baik qobliyah maupun ba’diyah ‘ied. Beliau lalu mendatangi kaum wanita disertai Bilal. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah…"(HR. Bukhari no. 964 dan Muslim no. 884) 
  10. Tidak ada adzan dan iqamah untuk shalat ied. 
    • Dari Ibnu Abbas dan Jabir RA berkata: "Tidak dikumandangkan adzan baik pada shalat ied fitri maupun shalat ied adha." (HR. Bukhari no. 960 dan Muslim no. 886) 
    • Dari Jabir bin Samurah RA berkata: "Aku telah melakukan shalat idul fithri dan idul adha bersama Rasulullah SAW, bukan hanya sekali dua kali. Shalat tersebut tanpa adzan dan tanpa iqamat."(HR. Muslim no. 887)

Tentang Penulis Dhony Wardhana Sutaryo Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri (QS. Yunus: 44) Facebook and Twitter