Blogger Widgets

Sedekah Percetakan Al-Qur'an Ustad Yusuf Mansur

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Al Baqarah : 245)

Gampang Umroh dan Haji **Start Surabaya

Shalat Zakat, Infaq, Sedekah Puasa Ibadah Haji

Penjelasan Shalat Dhuha Menurut Ustad Yusuf Mansur


Surah Al Fatihah Dan Terjemahan


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  1. Alhamdulillaahirabbil'aalamiin 
    • Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 
  2. Arrahmaanirrahiim 
    • Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 
  3. Maalikiyawmiddiin 
    • Yang menguasai di Hari Pembalasan
  4. Iyyaakana'buduwa-iyyaakanasta'iin 
    • Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
  5. Ihdinaashshiraathalmustaqiim 
    • Tunjukilah kami jalan yang lurus, 
  6. Shiraathalladziinaan'amta'alayhim ghayrilmaghdhuubi'alayhim walaadhdhaalliin 
    • (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Bolehkah Melaksanakan Shalat Dhuha secara Berjama’ah?



Shalat sunnah yang utama adalah shalat sunnah yang dilakukan secara munfarid (sendiri) dan lebih utama lagi dilakukan di rumah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731)
Terdapat shalat sunnah tertentu yang disyari’atkan secara berjama’ah seperti shalat ‘ied, shalat kusuf (ketika terjadi gerhana), shalat istisqo’ (minta hujan), begitu pula dalam shalat tarawih

Shalat sunnah selain itu – seperti shalat Dhuha dan shalat tahajud lebih utama dilakukan secara munfarid dan boleh dilakukan secara berjama’ah namun tidak rutin atau tidak terus menerus, akan tetapi kadang-kadang.

Kalau shalat sunnah dilakukan dalam rangka pengajaran, maka lebih utama dilakukan secara berjama’ah.

Demikian penjelasan singkat dari kami mengenai shalat Dhuha. Semoga bermanfaat.

Segala puji bagi Allah SWT yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Bolehkah Seorang Pegawai (Bawahan) Melaksanakan Shalat Dhuha?


 
Mungkin setiap pegawai punya keinginan untuk melaksanakan shalat Dhuha. Namun perlu diperhatikan di sini bahwa melaksanakan tugas kantor tentu lebih utama daripada melaksanakan shalat Dhuha. Karena menunaikan tugas dari atasan adalah wajib sedangkan shalat Dhuha adalah amalan yang sunnah. 
 
Maka sudah seharusnya amalan yang wajib lebih didahulukan dari amalan yang sunnah. Hal ini berbeda jika kita menjalankan usaha sendiri (wirausaha) atau kita adalah pemilik perusahaan, tentu sekehendak kita ingin menggunakan waktu. Sedangkan kalau kita sebagai bawahan atau pegawai, kita tentu terikat aturan pekerjaan dari atasan.

Maka kami nasehatkan di sini, agar setiap pegawai lebih mendahulukan tanggung jawabnya sebagai pegawai daripada menunaikan shalat Dhuha. Sebagai solusi, pegawai tersebut bisa mengerjakan shalat Dhuha sebelum berangkat kantor. 

Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) pernah menjelaskan, “Tidak selayaknya bagi seorang pegawai melalaikan pekerjaan dari atasan yang hukumnya lebih wajib dari sekedar melaksanakan shalat sunnah. Shalat Dhuha sudah diketahui adalah shalat sunnah. Oleh karenanya, hendaklah seorang pegawai tidak meninggalkan pekerjaan yang jelas lebih wajib dengan alasan ingin melaksanakan amalan sunnah. Mungkin pegawai tersebut bisa melaksanakan shalat Dhuha di rumahnya sebelum ia berangkat kerja, yaitu setelah matahari setinggi tombak. Waktunya kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.” Demikian Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah no. 19285.

Silahkan Download Artikel Sepuasnya, Karena Berbagi Itu Indah.